Hari Anak Nasional, Ini Tips Dukung Tumbuh Kembang si Kecil agar Aktif

Jakarta Story23 July 2020

By admin2

Hari Anak Nasional, Ini Tips Dukung Tumbuh Kembang si Kecil agar Aktif

Hari Anak Nasional 2020 kali ini bertema Anak Terlindungi, Indonesia Maju. Salah satu cara melindungi anak-anak adalah merawatnya dengan baik termasuk mendukung tumbuh kembang anak agar si kecil menjadi lebih aktif.

Menanggapi hal tersebut, Psikolog Anak & Keluarga Astrid WEN, M.Psi berbagi tips-tips yang dapat dilakukan orangtua untuk mendukung anak agar aktif dalam acara Lindungi Anak Indonesia Dengan Daya Tahan Tubuh Yang Optimal pada Kamis, (23/7/2020

1. Mengikuti minat anak

Mengikuti minat anak merupakan salah satu hal yang baik untuk meningkatkan mood-nya tetapi tetap memberikan batasan yang aman. Jika anak dikekang dan diberi aktivitas yang mereka tidak sukai, maka otomatis anak akan menjadi pasif karena hilangnya selera.

2. Mendengarkan anak

Jika anak tantrum, dengarkan dia. Anak-anak yang tantrum biasanya hanya butuh didengarkan oleh orangtua. Jika orangtua selalu membantah, anak akan merasa bahwa dirinya tidak didukung. Hal ini akan berujung pada tingkah laku anak yang menjadi pasif.

3. Hadir bersamanya

Kehadiran orangtua merupakan hal yang sangat diharapkan oleh setiap anak. Jika orangtua selalu berusaha untuk berada di sisinya, sang anak akan merasa dihargai sehingga ia bisa tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri.

4. Melakukan kegiatan bersamanya

 Bermain bersama anak bisa membangun kedekatan emosional yang lebih intim. Jika orangtua bisa meluangkan waktu untuk bermain dengan anaknya, si kecil pasti akan merasa dihargai.

5. Memperhatikan kebutuhannya

Perhatikan kebutuhan si kecil. Pastikan nutrisi sang anak tercukupi. Karena anak yang memiliki nutrisi yang baik akan membantunya aktif dalam beraktivitas.

Memberikan tantangan yang sesuai dengan kompetensi untuk membangun semangat anak supaya tumbuh aktif, orangtua perlu memberikan tantangan, namun yang sesuai dengan kompetensi dan tahapan perkembangannya.

Jika orangtua memberikan tantangan yang terlalu sulit bagi si anak, maka mereka akan menyerah. Begitu pula jika orangtua memberikan tantangan yang terlalu mudah untuknya, maka si anak akan merasa bosan dan menjadi pasif.

Sumber